PCNU Kabupaten Mojokerto menyelenggarakan Kick Off Hari Santri Nasional (HSN) 2026 pada Ahad (4/10/2026). Mengusung tema "Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri", acara ini meresmikan rangkaian HSN 2026 secara digital sekaligus meluncurkan air mineral NU Water untuk kemandirian ekonomi Nahdliyin.
MOJOKERTO – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto secara resmi memulai rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2026. Acara Kick Off HSN 2026 digelar meriah di Hall Nine Stars, Ahad (4/10/2026), dihadiri jajaran Mustasyar, Syuriah, Tanfidziyah, lembaga, badan otonom (Banom), serta perwakilan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Kabupaten Mojokerto.
Acara diawali dengan khidmat pada pukul 10.00 WIB melalui lantunan ayat suci Al-Qur'an serta kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathon yang dipandu oleh IPPNU.
Pesan Merawat Akar Tradisi di Tengah Tantangan Zaman
Dalam khutbah iftitahnya, Rois Syuriah PCNU Kabupaten Mojokerto, K.H. A. Muslich Abbas, menegaskan pentingnya merawat akar tradisi di tengah gempuran budaya luar. Selaras dengan tema HSN tahun ini, "Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri", beliau mengingatkan agar umat tidak sampai melupakan syariat hanya karena terbuai tradisi atau budaya asing.
"Kalau akar ini tidak kuat berarti akibat perawatannya yang salah. Kita tidak bisa membayangkan yang hidup itu hanya cangkokannya, tapi aslinya mati. Oleh karena itu, kita harus menjaga asupan rohani agar akar tradisi kita tetap kuat dan tidak rapuh," tutur K.H. A. Muslich Abbas.
Hal senada juga ditekankan oleh Ketua Organizing Committee HSN 2026, Drs. H. Suwandi A. Marzuqi Nur. Ia berharap momen peringatan Hari Santri dapat menjadi momentum penguatan tradisi di tingkat ranting dan anak ranting NU. Pihaknya juga memaparkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan bulan santri telah dirancang untuk membawa manfaat yang besar bagi masyarakat.
Santri sebagai Penggerak Perubahan
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Mojokerto, H. Abd. Muchid, S.H., dalam sambutannya menekankan definisi santri yang sangat luas. "Santri tidak mengenal usia. Berapa pun usianya, yang masih mau mengaji kepada kiai, itu adalah santri," tegasnya.
Beliau mengajak seluruh Nahdliyin menjawab tantangan zaman modern. Generasi muda NU dituntut tidak sekadar menjadi penonton, melainkan siap menjadi pelaku dan penggerak perubahan dengan berbekal ilmu agama, teknologi, dan akhlakul karimah.
Puncak acara Kick Off ditandai dengan prosesi Digital Inauguration (peresmian digital). Didampingi Rois Syuriah dan Ketua Organizing Committee HSN 2026, Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto menempelkan telapak tangannya di layar digital sebagai tanda bahwa rangkaian agenda HSN 2026 PCNU Kabupaten Mojokerto resmi bergulir.
Peluncuran NU Water: Langkah Nyata Kemandirian Ekonomi Jam'iyah
Ada yang istimewa dalam Kick Off kali ini. PCNU Kabupaten Mojokerto secara resmi meluncurkan NU Water, produk air mineral yang ditujukan untuk memperkuat sektor amal usaha dan kemandirian organisasi.
Perwakilan manajemen NU Water yang hadir menjelaskan bahwa air mineral ini diambil dari sumber mata air Jolotundo, yang dikenal memiliki kualitas air terbaik.
Langkah ini diapresiasi sebagai terobosan besar karena kegiatan Nahdlatul Ulama yang sangat padat kini bisa didukung secara mandiri melalui konsumsi produk internal. NU Water juga telah disiapkan untuk didistribusikan melalui MWC dan Banom se-Kabupaten Mojokerto dengan skema kerja sama dan harga khusus bagi distributor, sehingga siap bersaing di pasaran.
Acara Kick Off HSN 2026 yang inspiratif ini kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Mustasyar PCNU, K.H. Abdul Wahid Razak, dan dilanjutkan dengan ramah tamah bersama seluruh pengurus MWC NU.
Galeri foto
Kick-off HSN 2026 & Lomba Paduan Suara PC Fatayat NU — Ahad, 4 Oktober 2026 · 07.00–12.00 WIB, Hall Nine Stars, Kantor PCNU Kabupaten Mojokerto.

