LTN NU Kabupaten Mojokerto menggelar workshop Ngaji AI bertajuk "Berkhidmah di Media Digital" di Hall Nine Stars, Rabu (7/10/2026) malam, sebagai bagian dari rangkaian HSN 2026. Pengelola media lembaga, Banom, dan MWC NU berlatih memanfaatkan AI sekaligus diajak menghidupkan kembali media organisasinya.
MOJOKERTO – Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Kabupaten Mojokerto menggelar workshop Ngaji AI bertajuk "Berkhidmah di Media Digital" di Hall Nine Stars, Rabu (7/10/2026) malam. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2026 PCNU Kabupaten Mojokerto ini diikuti pengelola media lembaga, badan otonom (Banom), dan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU.
Acara dibuka dengan pembacaan Al-Fatihah, lalu menyanyikan Indonesia Raya dan Ya Lal Wathon. Materi disampaikan oleh Muhammad Za'imul Akhrorur Rizqy dari LTN NU Kabupaten Mojokerto.
Ia menjelaskan, workshop ini berangkat dari keluhan bahwa media di tingkat MWC dan Banom kurang aktif.
"Tujuan kita bikin workshop ini agar teman-teman yang mandegani (mengelola) media di masing-masing Banom maupun MWC tahu dan semangat untuk menghidupkan medianya lagi," ujarnya.
Mengutip hadits khairunnas anfa'uhum linnas, ia mengingatkan bahwa berkhidmah untuk organisasi semestinya juga menumbuhkan pengelolanya. "Sering kali banyak orang yang terlalu dalam bermanfaat ke orang lain, lupa bermanfaat ke dirinya sendiri," katanya.
Pemateri mengawali dengan menjelaskan perbedaan mesin pencari dan AI. Mesin pencari ia ibaratkan penjaga perpustakaan yang hanya menunjukkan rak buku, sedangkan AI seperti senior yang sudah banyak membaca dan bisa langsung menjawab. Sesi kemudian diisi praktik langsung, antara lain membuat poster Hari Guru di Gemini yang disambungkan ke Canva agar tetap bisa disunting, mencari momen menarik dari video YouTube untuk dijadikan klip, dan merekap sambutan sebuah acara dari rekaman videonya.
Meski begitu, ia meminta peserta tidak menelan mentah keluaran AI dan tidak memasukkan data pribadi ke dalamnya. Ia juga menilai janji cepat kaya dari video buatan AI tidak realistis bagi pemula, karena biaya produksinya tinggi. "Memang tidak sesempurna itu AI. Ketika orangnya powerful, maka AI-nya juga akan sangat powerful," tuturnya.
Selain itu, pengelola media didorong membangun akun pribadi di samping akun organisasi, misalnya dengan mengunggah cerita di balik layar kegiatan. Menurutnya, konten otentik yang terlihat buatan manusia justru sedang dicari, dan akun organisasi yang terawat menjadi portofolio bagi pengelolanya. Ia juga mengajak admin saling mengunggah ulang konten. Jika sekitar 300 akun di tingkat desa kompak melakukannya, satu unggahan berpeluang menjangkau puluhan ribu orang.
"Literasi dan narasi adalah senjata kita untuk menggunakan AI," tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, LTN NU akan membentuk grup bersama pengelola media lembaga, Banom, dan MWC, serta merencanakan kelas lanjutan pada peringatan Harlah NU. LTN NU juga membuka kemungkinan pelatihan lain seperti pemandu siaran langsung, public speaking, dan pengisian suara, serta menawarkan pendampingan pengelolaan akun bagi MWC yang akunnya belum aktif.
Ngaji AI untuk Dakwah Digital — Rabu, 7 Oktober 2026 · 19.30–23.00 WIB, Hall Nine Stars, Kantor PCNU Kabupaten Mojokerto.